Tag

, , ,

Sumber : google.com

Sumber : google.com

Bisnis online berkembang pesat sejak 2011. Terbukti dengan semakin meningkatnya penetrasi internet hingga mencapai 20 persen dari total populasi Indonesia. Artinya, prospek dari bisnis online ini masih sangat cerah di Indonesia.

ShopFair Chairman & E-Commerce Expert Andi S Boediman siap memberitips & trick bagaimana belajar untuk memulai bisnis online dan cara pemasarannya.

Menurut Andi, yang pertama adalah belajar jadi seorang pembeli di onlinedahulu, sebelum akhirnya menjadi pembisnis atau penjual bisnis online.

“Karena apa? Karena dalam kita membeli beberapa kali produk atau barang, kita akan merasakan experience market-nya seperti apa. Contohnya di Facebook seperti apa? Di BlackBerry seperti apa? Minimum mereka itu tahu men-deliver sebagai penjual dan pengalaman pertama harus menjadi pembeli,” ungkap Andi kepada Okezone, Jakarta, Kamis (4/7/2013).

“Orang yang menjadi penjual bisnis online itu adalah pertamanya sebagai pembeli. Jadi pembeli itu, mungkin itu mengalami size-nya tidak tepat, kok potongannya begini. Mereka lalu mencoba, ‘ah coba saja jualan dulu’. Lalu, lama-lama kok seru ya? Oke deh akhirnya berjualan,” sambungnya.

Setelah itu, pelaku tersebut akan berpikir bagaimana akan mendapatkansource atau stok barang. Stok barang ini bisa didapat dari barang yang unik, dengan harga bagus, serta bersaing atau sifatnya itu akses mendapatkan barang.

Andi menambahkan, yang kedua setelah mempunyai visi seperti itu, pelaku tersebut akan berpikir bagaimana selalu mencari tempat atau set up yang sudah mempunyai traffic atau keramaian.

Dia mencontohkan, bisa dilakukan dengan cara alternatif dengan berbagai cara. Misalnya, pertama, pilih komunitas yang sudah ada, dengan Facebook, Kaskus atau tempat-tempat di mana sudah adatraffic, kenalan atau bahkan menggunakan BlackBerry. Itu base-base awal mendapatkan customerpertama.

“Misalnya tempat ramai di Facebook, Kaskus yang sudah ramai, karena sudah ramai. Jadi jualan di tempat yang sudah ramai, yang ada trafficnya dong, jangan di tempat sepi. Walaupun ada saingannya,” jelasnya.

Menurutnya, apabila mereka sudah mendapatkan pasar, kemungkinan lama-lama akan bosan. Namun mereka bisa menggunakan iklan untuk pasarkan bisnis online-nya melalui Facebook, Google, maupun beriklan melalui toko Bagus dan Berniaga.

“Itu adalah kalau mereka sudah spend uang,” ucapnya.

Selanjutnya, melakukan sisi operasional. Sisi ini ada dua pengertiannya, yakni dari sisi teknis bagaimana website pelaku bisa di operasionalkan atau namanya mempunyai kemampuan teknologi.

“Untuk setup awal, setup awal mereka bisa gunakan software atau membayar paling Rp1juta-Rp2 juta. Itu menyediakan jasa satu bulan Rp1 juta, sudah termasuk platformnya, source-nya, design-nya, semuanya,” kata Andy.

“Setelah mereka sudah set up source-nya, mereka sudah mulai jualan itu, setelah ada transaksi mereka mulai dari terima telepon, pemesanan, pengiriman, ngepacking barang hingga pembayaran. Itu ada unsur bagaimana pengiriman dan pembayaran,” lanjutnya.

Menurut Andy, bisnis online itu dibangun sesuai repeat order, dengan kata lain dengan seiringnya waktu harus mempunyai store sendiri.

“Ingat semua bisnis e-commerce itu dibangun sesuai repeat order, salah satu acuannya memang harga, tapi bukan satu-satunya. Banyak unsur lainnya, kaya pelayanannya, kualitas barang, banyaklah. Dari situ unsur, harus punyailah your own online store, jangan cuma mengandalkan tempat-tempat di Facebook, market place yang sudah ada. Karena kita enggak tahu itu sampai kapan dibuat free, dibuat itu masih, tahu-tahu ditutup bagaimana? Jadi mereka harus siapkan diri, aku harus punya store di luar selain store online yang pakai lapaknya orang,” tandasnya. (wdi)
Lapak Instan

Sumber : okezone.com