Desain ibaratnya peta atau petunjuk dalam membangun sebuah bangunan. Semakin jelas dan lengkap informasi yg disajikan dalam petunjuk tersebut, semakin mudah dan cepat sebuah tujuan dapat dicapai. Disamping itu juga, semakin lengkap dan jelas petunjuk yang digunakan, semakin kecil kemungkinan terjadi kesalahan, kekeliruan, kebingungan, coba-coba lalu salah, pemborosan akibat terlalu memaksimalkan factor keamanan, bahkan kerugian materi akibat bongkar pasang atau perbaikan kesalahan.

Dalam sebuah paket desain yang lengkap terdapat…

1. Terdapat gambar detail arsitektur yang lengkap sehingga pelaksana dapat dengan mudah dan cepat menterjemahkan gambar ke dalam wujud bangunan. Segala bentuk dan dimensi bangunan tergambar dengan jelas. Efeknya adalah kepada ketepatan waktu pelakasanaan dan hasilnya benar-benar sesuai dengan keinginan anda.

2. Terdapat gambar jalur instalasi listrik, air bersih, air kotor, dan telkom. Semua instalasi sudah direncanakan dengan baik sehingga tidak ada lagi kebingungan menentukan jumlah armatur ataupun jalur distribusinya. Efektif, tanpa bongkar pasang, dan rapih.

3. Terdapat pula gambar struktur hasil perhitungan sturuktur yang akurat sehingga dimensi kolom dan balok struktur juga jumlah besi beton yang digunakan bukan hasil “kira-kira” atau hasil “tembak dilapangan dengan factor keamanan maksimal, sehingga jadi boros”, tetapi merupakan hasil perhitungan dengan ilmu pasti, sehingga dimensi dan kebutuhan beton serta besi beton memang sesuai dengan beban yang dipikulnya. Apa yang akan terjadi apabila struktur dilaksanakan tanpa perhitungan atau “dikira-kira oleh mandor”, apabila terjadi kekurangan akan sangat berbahaya sekali, tetapi jika dibuat sangat aman akan sangat boros sekali.
Bayangkan berapa nilai Rupiah yang hilang akibat terbuangnya volume beton serta ratusan kilo besi yang berlebihan akibat “kira-kira”, nilainya pasti jauh lebih besar dari biaya desain perhitungan struktur itu sendiri, mengingat bobot pekerjaan struktur adalah 40% dari total biaya bangunan, ditambah lagi harga semen dan besi beton yang semakin mahal.

Perlu diingat bahwa menentukan dimensi struktur bangunan yang akurat adalah pekerjaan seorang Insinyur Sipil, disertai SIBP (Surat Ijin Bekerja Perencana) sebagai pertanggungjawabannya terhadap keamanan dan effisiensi struktur bangunan anda, bukan hasil “kira-kira” seorang pelaksana di lapangan.

Apakah anda akan “gambling” dengan investasi seumur hidup anda?

4. Terakhir, yang tidak kalah pentingnya, dalam desain yang lengkap terdapat perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB) pembangunan, lengkap disertai Bill of Quantity atau kebutuhan pemakaian bahan bangunan. Di sini anda bisa mengoptimalkan budget pembangunan dengan membeli kebutuhan material sesuai hasil perhitungan. Berapa sak semen, berapa m3 pasir, berapa jumlah batu bata, dll. Ini akan sangat membantu sekali dalam memanage atau mengontrol pengeluaran biaya oleh pelaksana anda. Sehingga pengeluaran financial apapun yang diajukan pelaksana pembangunan anda berada di bawah kendali anda, dan anda “tidak akan kebobolan”.

Bahkan sebelum pekerjaan pembangunan dimulai, RAB yang anda miliki dapat membatu anda bernegosiasi dengan kontraktor (pelaksana pembangunan). Dengan dasar RAB, anda dapat tawar menawar, meralat, atau bahkan mengendalikan pengeluaran kontraktor anda. Sehingga cash flow selama proses pembangunan akan terpantau dengan baik. Ini sangat penting untuk menjaga keamanan plafond budget anda, sekali lagi, “agar tidak kebobolan”.

Mungkin di akhir masa pelaksanaan akan terdapat sisa bahan bangunan, tetapi jumlahnya akan sangat kecil sekali dan dapat digunakan untuk cadangan / perawatan di kemudian hari.

Jadi kesimpulan, mengapa perlu desain yang lengkap?

Jawabannya sederhana, desain yang lengkap akan menghasilkan proses pembangunan yang lancar, tanpa masalah yang berarti, tepat waktu, tanpa konflik non teknis dari sisi pemahaman desain, tanpa bongkar pasang, dan sangat-sangat menghemat biaya.

Besarnya biaya desain yang dikeluarkan tidak ada apa-apanya dibandingkan kerugian yang akan terjadi apabila membangun tanpa petunjuk yang lengkap.

Atau positifnya, besarnya biaya desain yang dikeluarkan jauh lebih kecil dibanding dengan effisiensi yang didapat, baik dari segi financial, tenaga, waktu, dan hubungan antar personel di lapangan.

Sebenarnya, berapa persentase biaya desain lengkap terhadap TOTAL biaya pembangunan?

Ambil contoh kasus luas bangunan 200m2. Biaya desain lengkap Rp 40.000,-/m2. Biaya pembangunan Rp 2.500.000,-/m2.

Total biaya desain Rp 8.000.000,-
Total biaya pembangunan Rp 500.000.000,-

Berarti p ersentase biaya desain terhadap biaya pembangunan hanya 1,6 % saja dari total biaya pembangunan. Hampir seperseratus dari total biaya. Benar-benar tidak sebanding bukan antara manfaat yg dapat diberikan dengan harga yang harus dibayar? Sangat-sangat murah!

Tetapi, apabila tidak ada desain yang lengkap, masalah yang ditimbulkan, atau tingkat ketidakefisienan yang dapat terjadi, jauh lebih besar nilainya dari biaya desain tersebut. Kelabihan beberapa m3 volume beton nilainya bisa puluhan juta rupiah. Kesalahan pelaksanaan akibat desain tidak jelas sehingga harus bongkar pasang nilainya bisa jutaan rupiah.

Memang, beberapa orang memiliki persepsi tertentu tentang sebuah “desain”, kami pun memakluminya karena memang di Indonesia masih kurang kesadaran atau wawasan akan pentingnya nilai sebuah desain.

Ya, memang desain itu hanya “beberpa lembar kertas” yang dari segi fisiknya mungkin tidak berharga, yang dihasilkan hanya oleh keringat manusia, bukan sebuah barang berharga yang memiliki “nilai fisik” yang tinggi. Tetapi nilai Sumber Daya Manusia kita lah yang sudah sepatutnya dihargai, hasil pemikiran intelektual yang ternyata dapat menghemat biaya dan toh manfaatnya sangat besar untuk investasi jangka panjang anda, yaitu sebuah bangunan rumah yang baik.

Sumber : http://desainrumahonline.com/artikel_penting_desain_lengkap.php