UNGARAN – Jajaran Polres Semarang menangkap tersangka penipuan dengan modus menjual harta karun milik Presiden RI I Soekarno. Pelaku Pur (45), warga Desa Wonokerto, Kec Bringin, Kab Semarang yang berprofesi sebagai pengemudi bus malam ini ditangkap petugas saat berada di kosnya di wilayah Sragen, akhir pekan lalu.

Dalam gelar perkara di Mapolres Semarang, diperoleh keterangan bahwa tersangka menipu dua tiga korban dan dua diantaranya adalah warga Jakarta, yakni Roy dan Ibrahim.

Dari aksinya ini, tersangka mendapat Rp270 juta dari Roy dan dari Ibrahim sebesar Rp100 juta. Ikut diamankan pula, empat buah peti berukuran besar yang dipasang lempengan kuningan bertuliskan UBCN yang menyebutkan nama Soekarno.

“Penipuan terhadap Ibrahim dilakukan pada 24 Oktober 2006 silam. Sementara penipuan kepada Roy terjadi pada 17 Maret lalu. Modus penipuan yang dilakukan tersangka adalah dengan menawarkan emas batangan sebanyak 21 kg yang disebut-sebut peninggalan mantan presiden Soekarno serta uang Brazil palsu. Kepada korban, satu kilogram emas batangan tersebut ditawarkan seharga Rp270 juta. Transaksi dilakukan di rumah tersangka,” kata Kapolres AKBP Hafidz Yuhas didampingi Kasatreskrim AKP Marsudi Raharjo di Mapolres Semarang, Selasa (22/4/2008)

Dia mengatakan, kasus penipuan ini sudah menjadi target operasi sejak setahun lalu. Namun awalnya polisi hanya berhasil mengamankan empat buah peti milik tersangka saat akan dipindahkan ke tempat lain. Penangkapan barang bukti empat buah peti ini dilakukan di ruas Jalan Raya Bringin-Salatiga.

Di hadapan petugas, tersangka mengaku jika peti-peti tersebut bukan miliknya. “Bukan milik saya pak, peti-peti itu milik Rohman dari Madura. Saya kenal dengan kedua korban lewat perantara Musiran. Untuk satu lembar uang brazil palsu pecahan 5.000 ditukar dengan uang Indonesia asli Rp 10 ribu,” kata tersangka.

Pada dua peti tersebut, tertulis nominal uang sebesar Rp1,4 miliar dan dua peti lainnya tertulis Rp1,8 miliar. Namun, setelah dibuka dari empat peti tersebut hanya dua peti yang berisi uang brazil palsu. Jumlahnyapun tidak banyak, karena hanya ditaruh di bagian atas peti yang bagian bawahnya diisi sekam (kulit padi).

“Kami menduga tersangka memiliki jaringan dan berkomplot dalam melakukan aksi penipuan seperti ini. Kami masih mengembangkannya guna membongkar jaringan para pelaku. Kepada masyarakat yang telah menjadi korban penipuan jenis ini, kami minta segera melapor,” tambah Kapolres. (Sundoyo/Sindo/uky)

source : news.okezone.com