Tag:air terjun, obyek wisata, obyek wisata gunung kidul, sri gethuk, wisata jogja
PENTINGNYA BAHASA ARAB
29 SepBahasa Arab adalah bahasa tertua di bumi. Terdapat perbedaan diantara para peneliti seputar usia bahasa ini. Kami tidak menemukan keraguan bahwa bahasa Arab yang kita gunakan saat ini telah melampaui masa lebih dari seribu enam ratus tahun. Allah SWT telah menjamin untuk menjaga bahasa ini untuk diewariskan kepada bumi dan seisinya, Allah SWT berfirman:
إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَ إِنَّا لَهُ لَحَافِظُوْنَ
“Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al Quran dan Kami pulalah yang akan menjaganya”
Sejak era permulaan Islam bahasa Arab tersebar di sebagian besar pelosok dunia, mencapai setiap wilayah yang dijangkau oleh Islam, dan melekat kuat dengan kehidupan kaum muslimin. Hingga bahasa Arab menjadi bahasa ilmu pengetahuan, sastra, politik dan peradaban disamping sebagai bahasa agama dan ibadah. Bahasa Arab dapat menghimpun peradaban yang berbeda-beda seperti Arab, Persia, Yunani, India yang kontemporer pada waktu itu, dan menjadikan semuanya berada dalam satu peradaban, sebuah visi mengglobal dan sangat manusiawi. Dan ini merupakan hal yang pertama kali ada dalam sejarah. Di bawah naungan Alquran bahasa Arab menjadi bahasa universal dan bahasa ibu di banyak negara. Pentingnya bahasa Arab ditijnau dalam berbagai cara. Yang paling utama adalah soalhubungan erat bahasa Arab dengan agama Islam dan Qur’an. Allah telah memilih bahasa ini di antara bahasa-bahasa dunia untuk menjadi bahasa buku Al Quran yang mulia dan Allah telah menurunkan Al Quran dalam bahasa Arab sebagai risalah penutup. Continue reading
Renungan Indah – W.S. Rendra
20 SepSeringkali aku berkata,
Ketika semua orang memuji milik-ku
Bahwa sesungguhnya ini hanyalah titipan
Bahwa mobilku hanyalah titipan-Nya
Bahwa rumahku hanyalah titipan-Nya
Bahwa hartaku hanyalah titipan-NyaBahwa putraku hanyalah titipan-Nya
Tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya:
Mengapa Dia menitipkan padaku ???
Untuk apa Dia menitipkan ini padaku ???
Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik-Nya itu ???
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku ?
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ?
Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah,
Kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka,
Kusebut itu sebagai panggilan apa saja untuk melukiskan kalau itu adalah derita.
Ketika aku berdoa, kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku
Aku ingin lebih banyak harta,
ingin lebih banyak mobil,
lebih banyak popularitas, dan
kutolak sakit,
kutolak kemiskinan,
seolah semua “derita” adalah hukum bagiku
Seolah keadilan dan kasih-Nya harus berjalan seperti matematika:
Aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku, dan nikmat dunia kerap menghampiriku.
Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan kekasih
Kuminta Dia membalas “perlakuan baikku”,
Dan menolak keputusan-Nya yang tak sesuai keinginanku
Gusti,
Padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanya untuk beribadah.
“Ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja”….
(Puisi terakhir Rendra yang dituliskannya di atas ranjang Rumah Sakit)
Sumber : http://senyumraid.tumblr.com/post/5832262643/renungan-indah-w-s-rendra
Khutbah Rasulullah Menyambut Ramadhan
1 AguSiapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini ia akan berhasil melewati sirathol mustaqim pada hari ketika kaki-kaki tergelincir
Wahai manusia!
Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia disisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama.
Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan oleh-NYA. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya. Continue reading
Bahagiakan Mereka, Nyalakan Semangatnya
27 Jul
Tidak ada anak yang bodoh. Kitalah yang tidak mengerti bagaimana merangsang kecerdasan dan menggairahkan minat belajar mereka
Oleh Mohammad Fauzil Adhim*
TIDAK ada anak yang bandel. Kitalah yang tidak tahu bagaimana mengajak bicara, menyemangati, dan memberikan arah hidup bagi mereka. Kitalah yang lupa untuk bermain bersama, bercanda, dan bercerita agar hati mereka dekat dengan kita. Padahal kita tahu kedekatan hati itulah yang membuat anak akan mendengar kata-kata kita.
Tidak ada anak yang bodoh. Kitalah yang tidak mengerti bagaimana merangsang kecerdasan dan menggairahkan minat belajar mereka. Setiap anak–asal normal—lahir dalam keadaan jenius dan penuh rasa ingin tahu. Kitalah yang mematikannya dengan hadiah-hadiah, bahkan di saat mereka tidak menginginkannya.
Kita lupa bahwa anak-anak pada awalnya tidak memerlukan hadiah untuk melakukan apa yang mereka inginkan. Tanpa hadiah, anak-anak tetap bersemangat belajar merangkak dan berjalan, meski harus beberapa kali tersungkur.
Anak-anak tidak pernah meminta uang untuk satu kosa kata baru yang mereka kuasai di waktu kecil. Mereka belajar karena ingin tahu. Mereka melakukan hal-hal besar yang bermanfaat karena bersemangat. Bukan karena menghindari hukuman. Bukan juga untuk mengharap imbalan.
Apa yang bisa kita lakukan untuk membuat semangatnya menyala-nyala sesudah kita berkali-kali mematikannya? Apa yang bisa kita perbuat agar anak-anak memiliki semangat berkobar-kobar? Continue reading







Assalaamu'laikum . wr.wb...Hello world ! welcome to my blog....
i'm not a professional blogger and i'm not a successful AdSense or Adbrite publisher...
enjoy it !


Komentar Terakhir